Kamis, 21 April 2016

Pantai di Sumba Tembus 20 Besar Terindah Dunia

Pantai di Sumba Tembus 20 Besar Terindah Dunia

Pantai di Sumba Tembus 20 Besar Terindah Dunia
Pantai di Sumba tembus 20 besar terindah dunia (Foto: Nihiwatu)

TIDAK bisa dipungkiri, Indonesia memiliki pantai indah. Buktinya, Pantai Nihiwatu, Sumba masuk 20 besar dari 100 pantai terindah di dunia.
Fakta tersebut muncul dari situs CNN yang mengeluarkan daftar 100 pantai terindah di dunia. Indonesia sendiri menyumbang tiga pantai, yaitu Pulau Derawan, Pantai Canggu di Bali dan Pantai Nihiwatu di Sumba.
Dari 100 pantai terindah ini, CNN menempatkan Pulau Derawan berada di posisi 63, dan Pantai Canggu di peringkat 39. Sementara, Pantai Nihiwatu di Sumba mampu menembus 20 besar, yakni dengan menempati posisi 17 pantai terindah di dunia.
Bisa dibilang, pantai satu ini tak banyak dikenal banyak orang. Apalagi untuk mencapai ke Pantai Nihiwatu, harus menempuh satu jam penerbangan dari Bali, dilanjutkan dengan perjalanan darat selama 90 menit.
Namun, rasa lelah di perjalanan terbayar ketika disajikan pemandangan pasir dan air laut yang bersih. Selain itu, di sini masih jarang orang, sehingga benar-benar bisa menikmati pemandangan matahari terbenam menakjubkan.
Sementara itu, selain pantai di Indonesia, masih terdapat pantai lain di dunia yang memiliki keindahan tersendiri. Dari 100 pantai terindah versi CNN tersebut, peringkat 20 sampai 10 di antaranya adalah Rarotonga, Maya Bay Thailand, Gardner Bay Ekuador, Nihiwatu Indonesia, Luskentyre Skotlandia, The Baths, El Nido Filipina, Pulau Perhentian Kecil Malaysia, Tulum Meksiko, Whitehaven Australia, dan Palaui Island.
Sepuluh pantai terindah lainnya adalah Champagne Beach, Matira Beach, Bora Bora di Tahiti, Wineglass Bay di Tasmania, Cabbage Beach di Bahamas, Anse de Grande Saline di St. Barths, Anse Source d'Argent Seychelles, Grace Bay, Rabbit Beach di Italia. Sementara, peringkat pertama pantai terindah di dunia ditempati Grande Anse Beach di Seychelles.

Sumber 

Pantai Nihiwatu, Hawaii-nya Indonesia!


 
wisata pantai di sumba

Pantai Nihiwatu, Hawaii-nya Indonesia!

06 Mar 2016, by Dien Nisa Kategori: Info Traveling, Pantai, Pulau
Travel Blog Reservasi – Sumba, Sebuah pulau kecil yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tak banyak yang tahu kalau pulau ini menyimpan begitu banyak keindahan alam yang dapat menghipnotis siapapun yang melihatnya. Ketika Indonesia sedang dihebohkan dengan pesona Umbul Ponggok, dunia justru sedang di hebohkan dengan keberadaan pantai cantik di pulau Sumba. Nihiwatu surga kecil yang terletak di pulau Sumba, pantai cantik di Sumba ini memang merebut perhatian banyak orang. Utamanya turis asing.
Pantai Nihiwatu memang memiliki panorama yang dapat menghipnotis siapapun yang datang kesana. Pemandangannya tak ada yang dapat menandinginya, apalagi di saat matahari mulai terbenam. Menikmati sunset cantik sambil berkuda adalah pengalaman yang luar biasa yang dapat kalian rasakan jika berkunjung ke Pantai Nihiwatu.Yuk kita tengok wisata pantai di sumba yang satu ini…!

Senja, Berkuda, dan Nihiwatu


Pantai Nihiwatu, menikmati senja di pantai ini memang tidak ada dua nikmatnya. Berkuda menyusuri pantai sambil menghantarkan matahari kembali ke peraduannya bak ditelan laut perlahan. Pantai Nihiwatu memang tergolong masih sangat jarang dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri. Mungkin karena aksesnya yang membutuhkan biaya yang mahal, dan minimnya informasi tentang surga kecil di pulau Sumba ini.

Dunia Mengakui Nihiwatu Menjadi Pantai Tercantik!


Nihiwatu menyajikan pemandangan yang super eksotis, dengan pasirnya yang putih, lautnya yang hijau kebiru-biruan serta ombaknya yang cantik membuat pantai ini di berikat predikat pantai tercantik ke-17 di dunia. Fakta ini dilansir dari hasil laporan CNN 16 April tahun lalu, menyebutkan bahwa pantai Nihiwatu kecantikannya mengalahkan Pantai Hanalei Bay di Hawaii.

Nihiwatu Surganya Bagi Para Peselancar


Cantiknya gelombang ombak di Nihiwatu sudah tersebar di mancanegara, bahkan Nihiwatu disebut sebagai surga ombak bagi para peselancar. Keselamatan di Panatai Nihiwatu ini dijaga ketat oleh pengelola ressort, oleh karena itu bagi kalian yang ingin berselancar sekali waktu yang bersamaan hanya dibatasi sampai 10 orang saja. Ini dikarenakan keselamatan kalian sangat diperhatikan oleh pihak pengelola.

Melepas Tukik, Anak Penyu dari Pantai Nihiwatu


Di pantai cantik ini kalian tidak hanya dapat menikmati keindahan alam, tetapi kalian juga dapat berkontribusi langsung dalam upaya konservasi penyu. Kalian bisa ikut dalam kegiatan pelepasan penyu di pantai atau melihat penyu sedang bertelur di malam hari. Pengelola ressort disini memang sengaja memasukkan konservasi penyu sebagai bagian dari tujuan wisata ke pantai Nihiwatu.

Nah, bagaimana kalian tertarik untuk berkunjung ke Pantai Nihiwatu, di Pulau Sumba? Memang sayangnya pantai secantik Nihiwatu ini tidak bisa bebas kita nikmati begitu saja, kalian harus terdaftar sebagi tamu dari Ressort Nihiwatu untuk bisa mengunjungi pantai cantik itu. Ini dikarenakan pengelola ressort adalah orang berkebangsaan asing yang sengaja mengelola obyek wisata di pulau Sumba. Terasa miris memang, untuk menikmati alam di negeri kita sendiri tidak gratis dan harus membayar kepada orang asing. Tetapi jika sampai melewatkannya pun kalian akan rugi, loh…

Incoming search terms:

  • Pesona nihiwatu
  • logo pantai hawai
  • pantai nihiwatu
  • pantai niwihatu terletak di
Tags: , ,

Rabu, 20 April 2016

Danau Weekuri, Permata Tersembunyi dari Sumba

Danau Weekuri, Permata Tersembunyi dari Sumba


danau weekuri yang mengagumkan
FAKTAPERS.COM, Sumba.
Berwisata alam tidak melulu harus ke pantai. Sesekali waktu berwisatalah ke danau Weekuri yang berlokasi di Kodi Utara, Sumba Barat Daya. Nama Weekuri sendiri masih terasa asing di telinga masyarakat luas Indonesia. Danau Weekuri merupakan sebuah danau air asin yang bentuknya bagai sebuah kolam raksasa yang sangat jernih di tepiannya dikelilingi hutan,dan bersebelahan dengan lautan yang hanya dibatasi oleh tebing karang yang berdiri kokoh.
danau weekuri yang mengagumkan2
Awalnya, danau Weekuri tidak diketahui masyarakat karena tempatnya yang tersembunyi. Hingga ditemukan pertama kalinya oleh seorang warga berkebangsaan Prancis dan akhirnya dibukalah akses jalan menuju danau ini. Memang danau Weekuri tidak sepopuler tempat wisata lain. Namun, dengan keindahannya yang memukau membuat para pelancong terpana dan takjub akan kecantikannya yang masih perawan.
Suasana tempat wisata ini memang sepi. Tidak ada penginapan maupun warung-warung penjual makanan. Oleh karena itulah, kebersihan di danau Weekuri terjaga. Airnya yang jernih dan bebas sampah menjadi buktinya.
Airnya yang sejernih kaca membuat kita bisa melihat dasar danau dari atas. Air danau ini memang asin, sebab air laut masuk lewat celah tebing dan bercampur air tawar. Uniknya, disini Anda bisa merasakan air dingin dan air hangat di beberapa lokasi di danau tersebut. Gradasi aneka warna yang tampak di danau Weekuri ini juga membuat pengunjung berdecak kagum.
Setelah puas berenang di Danau, pengunjung akan merasa rugi jika tidak menuju tebing yang bersebelahan dengan lautan. Dari atas tebing, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan yang mengagumkan. Di sisi lain Biru kehijauan danau Weekuri yang indah, dan di sisi lainnya deburan ombak laut yang biru menghantam tebing karang.  Pengunjung yang senang selfi, tentunya akan menggunakan kesempatan emas ini untuk berfoto ria.
Setelah puas menjelajah area danau Weekuri, pengunjung bisa beristirahat di sebuah tebing karang yang membentuk gua di tepi danau. Pengunjung juga disarankan untuk membawa perbekalan air minum dan makanan kecil karena disana memang tidak ada penginapan maupun warung-warung penjual makanan. Sampah pun mesti dibawa kembali dalam perjalanan pulang agar area danau Weekuri terjaga kebersihannya. Jika ingin menginap, pengunjung harus pergi ke kota Tambolaka.

Senin, 18 April 2016

Kamu Pasti Jatuh Cinta Sama Indonesia Kalau Kamu ke Pulau Sumba











Sumber Gambar: www.cntraveller.com

Kamu Pasti Jatuh Cinta Sama Indonesia Kalau Kamu ke Pulau Sumba

Pulau indah penuh misteri.




Tak terasa sebentar lagi sudah bulan Desember, itu artinya liburan akan segera tiba! Bagi kamu yang lagi planning untuk liburan yang berikutnya, IDNtimes mau ngajak kamu untuk mempertimbangkan Pulau Sumba sebagai destinasi petualanganmu yang berikutnya! Kenapa begitu?

1. Udah saatnya kita menjelajah daerah-daerah di Indonesia yang tersembunyi dan mainstream.

sumbaairterjun-b23e4b9d3f2d14831cf939d786858283.jpgSumber Gambar: www.cntraveller.com
Seperti Air Terjun Lapopu yang segar dan indah di Sumba ini.


2. Kamu dapat menemukan pantai-pantai terindah kelas dunia disini.

sumbapantai-a079f1a1df9f2097be30845d43ddc99d.jpgSumber Gambar: ideperjalanan.wordpress.com
Beda dengan berbagai pantai di Bali dan Lombok yang sudah penuh dengan turis, pantai-pantai di Sumba masih sepi, bersih, dan gak kalah indahnya. Misalnya aja Pantai Mananga Aba ini.


3. Kamu bisa belajar banyak dari orang-orang Sumba yang sederhana dan ramah-tamah.

sumbadesatarung-02e2f55c0454a28c2c89654964f5e7dc.jpgSumber Gambar: www.yesstourbali.com
Kebudayaan di Pulau Sumba masih terpelihara dengan sangat baik, lihat saja Desa Tarung ini sebagai contohnya. Bertemanlah dengan para lokal dan perhatikan juga gaya hidup mereka yang meskipun sederhana, mereka semua sangat bahagia.

4. Kerajinan Ikat asal Sumba ini juga gak kalah dengan batik.

sumbaikat-3b1b51f15479291bec0577b46d4f7ad4.jpgSumber Gambar: www.topindonesiaholidays.com
Banyak yang sudah kenal dengan batik, tapi apa kalian sudah kenal dengan tenun ikat Sumba? Warna dan pola kain ini indah sekali bukan?

5. Berpetualang di savana-savana ini dapat membangkitkan semangat mudamu.

sumbasavana-75c87bb340a0f77dc307222aa6401216.JPGSumber Gambar: www.kadekarini.com
Alam Indonesia sungguh menakjubkan benar?

6. Merayakan Festival Pasola bersama para warga lokal.

sumbafestival-087c1b623621acd743a02c9d9147fa6d.jpgSumber Gambar: davidmetcalfphotography.wordpress.com
Festival ini diperingati warga Sumba dalam rangka merayakan musim menanam padi.
7. Bersantai di Resort Nihiwatu.
sumbanihiwaturesort-19984d974b748676330214a5a97badb9.jpgSumber Gambar: www.kiwicollection.com
Salah satu resort terbaik di dunia. Kamu akan tahu kenapa kalau kamu kesana
.
8. Berenang bebas di Danau Weekuri

sumbaweekuri-b4df5a96ab6519761ac0511a7fbdb876.jpgSumber Gambar: maptia.com
Air di danau ini benar-benar sebening kaca.

9. Menemukan surga di bumi alias Pantai Mandorak.

sumbamandorak-f9795529bef5e17538059fa700f2e9ea.jpgSumber Gambar: www.toyotaindonesiamanufacturing.co.id
Banyak yang mengaku kalau pantai Mandorak adalah surga yang tersembunyi di bumi. Untuk menemukannya, kamu harus menjelajahi sebuah hutan. Tapi yang menunggumu dibaliknya benar-benar sepadan.

10. Sesi fotografi di Pantai Walakiri.

sumbawalakiri-d62b5b33b00e1a9e81dccf7061fd5bd0.jpgSumber Gambar: www.instagram.com/ynneknav
Pantai Walakiri adalah pantai yang indah untuk kamu yang hobi fotografi.

11. Para pengejar ombak, selamat menikmati ombak raksasa di Sumba.

sumbasurf-e68b42b8aeef50a4d90c8c7a28568021.jpgSumber Gambar: www.esplendido.net
Ganas dan luar biasa!

12. Nonton film di pantai dengan layar tancap.


sumbanihiwatu-000d33283cb4e13dd277da3c82f7b4e7.jpgSumber Gambar: oliviapalermo.com
Apa sih yang lebih romantis dari ini?

 
 
sumbaberkuda-7b896cc2a1a8fddb1dd60d6eb051178e.jpgSumber Gambar: fineartamerica.com
Kamu bisa menyewa kuda dan mengendarainya sepanjang pantai. Dan nikmatilah pemandangan matahari terbenam sembari kamu mengendarainya.

14. Melihat matahari terbit di Sumba pasti akan menginspirasimu.

sumbasunrise-44049bac732003a7502c931fffc41e26.jpgSumber Gambar: p.twipple.jp
Kalau kamu butuh inspirasi, mungkin Sumba adalah tempat yang tepat untukmu. Temukanlah berbagai keindahan dan ketenangan disana.
Pulau Sumba adalah pulau yang penuh misteri. Masih belum banyak turis dan pengunjung disana jadi pulau ini tak hanya sekedar tempat wisata namun juga tempat petualangan bagi para pengunjungnya. Kalau kamu bosan dengan liburan yang biasa-biasa aja, kamu wajib memilih Pulau Sumba untuk destinasi petualanganmu yang berikutnya. Selamat berlibur!

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini??

Minggu, 17 April 2016

Pasola Sumba


PASOLA




Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Tradisi pasola menggabungkan keahlian menunggang kuda dan melempar lembing yang diadakan untuk menyambut tahun baru dalam kepercayaan Marapu dan panen.
Pasola berasal dari kata "sola" atau "hola", yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan.[1] Setelah mendapat imbuhan `pa' (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan.[1] Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan.[1] Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu (agama lokal masyarakat sumba).[1] Permainan pasola diadakan pada empat kampung di kabupaten Sumba Barat.[1] Keempat kampung tersebut antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura.[1] Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya.[1]

Daftar isi


Sejarah

Menurut cerita rakyat Sumba, pasola berawal dari seorang janda cantik bernama Rabu Kaba di Kampung Waiwuang.[2] Rabu Kaba mempunyai seorang suami yang bernama Umbu Amahu, salah satu pemimpin di kampung Waiwuang.[2] Selain Umbu Amahu, ada dua orang pemimpin lainnya yang bernama Ngongo Tau Masusu dan Bayang Amahu.[2] Suatu saat, ketiga pemimpin ini memberitahu warga Waiwuang bahwa mereka akan melaut.[2] Tapi, mereka pergi ke selatan pantai Sumba Barat untuk mengambil padi.[2] Warga menanti tiga orang pemimpin tersebut dalam waktu yang lama, namun mereka belum pulang juga ke kampungnya.[2] Warga menyangka ketiga pemimpin mereka telah meninggal dunia, sehingga warga pun mengadakan perkabungan.[2] Dalam kedukaan itu, janda cantik dari almarhum Umbu Dula, Rabu Kaba terjerat asmara dengan Teda Gaiparona yang berasal dari Kampung Kodi.[2] Namun keluarga dari Rabu Kaba dan Teda Gaiparona tidak menyetujui perkawinan mereka, sehingga mereka mengadakan kawin lari.[2] Teda Gaiparona membawa janda tersebut ke kampung halamannya.[2] Beberapa waktu berselang, ketiga pemimpin warga Waiwuang (Ngongo Tau Masusu, Bayang Amahu dan Umbu Amahu) yang sebelumnya telah dianggap meninggal, muncul kembali di kampung halamannya.[2] Umbu Amahu mencari isterinya yang telah dibawa oleh Teda Gaiparono.[2] Walaupun berhasil ditemukan warga Waiwuang, Rabu Kaba yang telah memendam asmara dengan Teda Gaiparona tidak ingin kembali.[2] Kemudian Rabu Kaba meminta pertanggungjawaban Teda Gaiparona untuk mengganti belis yang diterima dari keluarga Umbu Dulla.[2] Belis merupakan banyaknya nilai penghargaan pihak pengambil isteri kepada calon isterinya, seperti pemberian kuda, sapi,kerbau, dan barang-barang berharga lainnya.[2] Teda Gaiparona lalu menyanggupinya dan membayar belis pengganti.[2] Setelah seluruh belis dilunasi diadakanlah upacara perkawinan pasangan Rabu Kaba dengan Teda Gaiparona.[2] Pada akhir pesta pernikahan, keluarga Umbu Dulla berpesan kepada warga Waiwuang agar mengadakan pesta nyale dalam wujud pasola untuk melupakan kesedihan mereka karena kehilangan janda cantik, Rabu Kaba.[2]

Proses upacara


Tradisi nyale merupakan puncak dari segala kegiatan untuk memulai pasola.
Pasola diawali dengan pelaksanaan adat nyale. Adat nyale adalah salah satu upacara rasa syukur atas anugerah yang didapatkan, yang ditandai dengan datangnya musim panen dan cacing laut yang melimpah di pinggir pantai.[3] Adat tersebut dilaksanakan pada waktu bulan purnama dan cacing-cacing laut (dalam bahasa setempat disebut nyale) keluar di tepi pantai.[3] Para Rato (pemuka suku) akan memprediksi saat nyale keluar pada pagi hari, setelah hari mulai terang.[3] Setelah nyale pertama didapat oleh Rato, nyale dibawa ke majelis para Rato untuk dibuktikan kebenarannya dan diteliti bentuk serta warnanya.[3] Bila nyale tersebut gemuk, sehat, dan berwarna-warni, pertanda tahun tersebut akan mendapatkan kebaikan dan panen yang berhasil.[3] Sebaliknya, bila nyale kurus dan rapuh, akan didapatkan malapetaka.[3] Setelah itu penangkapan nyale baru boleh dilakukan oleh masyarakat.[3] Tanpa mendapatkan nyale, Pasola tidak dapat dilaksanakan.[3] Pasola dilaksanakan di bentangan padang luas, disaksikan oleh segenap warga dari kedua kelompok yang bertanding, masyarakat umum, dan wisatawan asing maupun lokal.[1] Setiap kelompok terdiri atas lebih dari 100 pemuda bersenjatakan tombak yang dibuat dari kayu berujung tumpul dan berdiameter kira-kira 1,5 cm.[1] Walaupun berujung tumpul, permainan ini dapat memakan korban jiwa.[1] Kalau ada korban dalam pasola, menurut kepercayaan Marapu, korban tersebut mendapat hukuman dari para dewa karena telah telah melakukan suatu pelanggaran atau kesalahan.[1] Dalam permainan pasola, penonton dapat melihat secara langsung dua kelompok ksatria sumba yang sedang berhadap-hadapan, kemudian memacu kuda secara lincah sambil melesetkan lembing ke arah lawan.[4] Selain itu, para peserta pasola ini juga sangat tangkas menghindari terjangan tongkat yang dilempar oleh lawan.[4] Derap kaki kuda yang menggemuruh di tanah lapang, suara ringkikan kuda, dan teriakan garang penunggangnya menjadi musik alami yang mengiringi permainan ini.[4] Pekikan para penonton perempuan yang menyemangati para peserta pasola, menambah suasana menjadi tegang dan menantang.[4] Pada saat pelaksanaan pasola, darah yang tercucur dianggap berkhasiat untuk kesuburan tanah dan kesuksesan panen.[5] Apabila terjadi kematian dalam permainan pasola, maka hal itu menandakan sebelumnya telah terjadi pelanggaran norma adat yang dilakukan oleh warga pada tempat pelaksanaan pasola.[5]

Manfaat

Pasola tidak sekadar menjadi bentuk keramaian, tetapi menjadi salah satu bentuk pengabdian dan aklamasi ketaatan kepada sang leluhur.[6] Pasola merupakan kultur religius yang mengungkapkan inti religiositas agama Marapu.[6] Pasola menjadi perekat jalinan persaudaraan antara dua kelompok yang turut dalam pasola dan bagi masyarakat umum.[5] Pasola menggambarkan rasa syukur dan ekspresi kegembiraan masyarakat setempat, karena hasil panen yang melimpah.[7] Pasola dapat dijadikan tonggak kemajuan pariwisata Sumba, karena atraksi budaya ini sudah diketahui banyak wisatawan mancanegara.[7] Hal ini terlihat dalam setiap acara pasola selalu ada turis asing yang datang.[7] Warisan budaya ini merupakan aset untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.[7]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k Boro, Paulus Lete.(1995). Pasola, permainan ketangkasan berkuda lelaki Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Jakarta. Obor.Hal 1-2.
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r (Inggris) Sumba Pasola Festival-Sumba Island, Lombokmarine. Diakses pada 26 Mei 2010.
  3. ^ a b c d e f g h Pasola, Tragedi Asmara di Padang Savana, Nusacendanabiz. Diakses pada 26 Mei 2010.
  4. ^ a b c d Tradisi Pasola, Wisatamelayu. Diakses pada 26 Mei 2010.
  5. ^ a b c Najib, Mohammad (1996). Demokrasi dalam perspektif budaya Nusantara, Jilid 2 Demokrasi dalam perspektif budaya Nusantara. Yogyakarta. LPKSM. Hal 45.ISBN 979-8867-01-7, 9789798867019.
  6. ^ a b Saadah, Sri (2002). Aneka budaya masyarakat Dani (Irja) dan Sumba (NTT). Proyek Pemanfaatan Kebudayaan,Direktorat Tradisi dan Kepercayaan, Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata 2. Jakarta. Hal 12-13.
  7. ^ a b c d Tradisi Pasola, Kompas. Diakses pada 7 Mei 2010.

Lihat pula

r

Sumba Island

Pulau Sumba

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sumba
Sumba Topography.png
Geografi
Lokasi Asia Tenggara
Koordinat 9°40′LU 120°00′BT
Kepulauan Kepulauan Sunda Kecil
Luas 11,153 km2 (4,306.2 sq mi)
Peringkat luas 73
Negara
Indonesia
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kota terbesar Waingapu (pop. 10,700)
Demografi
Populasi 685,186 (per 2010)
Kepadatan 61.4
Peta Pulau Sumba tahun 1925
Pulau Sumba adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas wilayahnya 10.710 km², dan titik tertingginya Gunung Wanggameti (1.225 m). Sumba berbatasan dengan Sumbawa di sebelah barat laut, Flores di timur laut, Timor di timur, dan Australia di selatan dan tenggara. Selat Sumba terletak di utara pulau ini. Di bagian timur terletak Laut Sawu serta Samudra Hindia terletak di sebelah selatan dan barat.
Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini sendiri terdiri dari empat kabupaten: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur. Kota terbesarnya adalah Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur. Kota tersebut juga terdapat bandar udara dan pelabuhan laut yang menghubungkan Pulau Sumba dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia seperti Pulau Sumbawa, Pulau Flores, dan Pulau Timor.
Sebelum dikunjungi bangsa Eropa pada 1522, Sumba tidak pernah dikuasai oleh bangsa manapun. Sejak 1866, pulau ini dikuasai oleh Hindia-Belanda dan selanjutnya menjadi bagian dari Indonesia.
Masyarakat Sumba secara rasial merupakan campuran dari ras Mongoloid dan Melanesoid. Sebagian besar penduduknya menganut kepercayaan animisme Marapu dan agama Kristen, baik Protestan maupun Katolik. Kaum muslim dalam jumlah kecil dapat ditemukan di sepanjang kawasan pesisir.

Kamis, 14 April 2016

BudayaSumba





Suku Sumba

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Rumah di perkampungan Sumba. Di sebelah kanan adalah kubur tradisional. Suku Sumba masih menerapkan elemen-elemen megalitik dalam adat-istiadatnya, meskipun banyak di antara mereka telah memeluk agama Katolik.
Pulau Sumba didiami oleh suku Sumba dan terbagi atas dua kabupaten, Sumba Barat dan Sumba Timur. Masyarakat Sumba cukup mampu mempertahankan kebudayaan aslinya di tengah-tengah arus pengaruh asing yang telah singgah di kepulauan Nusa Tenggara Timur sejak dahulu kala. Kepercayaan khas daerah Marapu, setengah leluhur, setengah dewa, masih amat hidup di tengah-tengah masyarakat Sumba ash. Marapu menjadi falsafah dasar bagi berbagai ungkapan budaya Sumba mulai dari upacara-upacara adat, rumahrumah ibadat (umaratu) rumah-rumah adat dan tata cara rancang bangunnya, ragam-ragam hias ukiran-ukiran dan tekstil sampai dengan pembuatan perangkat busana seperti kain-kain hinggi dan lau serta perlengkapan perhiasan dan senjata.

Kebudayaan pulau Sumba

Di Sumba Timur strata sosial antara kaum bangsawan (maramba), pemuka agama (kabisu) dan rakyat jelata (ata) masih berlaku, walaupun tidak setajam dimasa lalu dan jelas juga tidak pula tampak lagi secara nyata pada tata rias dan busananya. Dewasa ini perbedaan pada busana lebih ditunjukkan oleh tingkat kepentingan peristiwa seperti pada pesta-pesta adat, upacara-upacara perkawinan dan kematian dimana komponen-komponen busana yang dipakai adalah buatan baru. Sedangkan busana lama atau usang biasanya dipakai di rumah atau untuk bekerja sehari-hari.
Bagian terpenting dari perangkat pakaian adat Sumba terletak pada penutup badan berupa lembar-lembar besar kain hinggi untuk pria dan lau untuk wanita. Dari kain-kain hinggi dan lau tersebut, yang terbuat dalam teknik tenun ikat dan pahikung serta aplikasi muti dan hada terungkap berbagai perlambangan dalam konteks sosial, ekonomi.

Busana pria

Sebagaimana telah disebutkan busana masyarakat Sumba dewasa ini cenderung lebih ditekankan pada tingkat kepentingan serta suasana lingkungan suatu kejadian daripada hirarki status sosial. Namun masih ada perbedaan-perbedaan kecil. Misalnya busana pria bangsawan biasanya terbuat dari kain-kain dan aksesoris yang lebih halus daripada kepunyaan rakyat jelata, tetapi komponen serta tampak keseluruhannya sama. Menilik hal-hal tersebut maka pembahasan busana pria sumba ditujukan pada pakaian tradisional yang dikenakan pada peristiwa besar, upacara, pesta-pesta dan sejenisnya. Karena pada saat-saat seperti itulah ia tampil dalam keadaan terbaiknya. Busana pria Sumba terdiri atas bagianbagian penutup kepala, penutup badan dan sejumlah penunjangnya berupa perhiasan dan senjata tajam.
Sebagai penutup badan digunakan dua lembar hinggi yaitu hinggi kombu dan hinggi kaworu. Hinggi kombu dipakai pada pinggul dan diperkuat letaknya dengan sebuah ikat pinggang kulit yang lebar. Hinggi kaworu atau kadang-kadang juga hinggi raukadama digunakan sebagai pelengkap. Di kepala dililitkan tiara patang, sejenis penutup kepala dengan lilitan dan ikatan tertentu yang menampilkan jambul. Jambul inilah dapat diletakkan di depan, samping kiri atau samping kanan sesuai dengan maksud perlambang yang ingin dikemukakan. Jambul di depan misalnya melambangkan kebijaksanaan dan kemandirian. Hinggi dan tiara terbuat dari tenunan dalam teknik ikat dan pahikung. Khususnya yang terbuat dengan teknik pahikung disebut tiara pahudu.
Ragam-ragam hias yang terdapat pada hinggi dan tiara terutama berkaitan dengan alam lingkungan mahluk hidup seperti abstraksi manusia (tengkorak), udang, ayam, ular, naga, buaya, kuda, ikan, penyu, cumi-cumi, rusa, burung, kerbau sampai dengan corak-corak yang dipengaruhi oleh kebudayaan asing (Cina dan Belanda) yakni naga, bendera tiga warna, mahkota dan singa. Kesemuanya memiliki arti serta perlambang yang berangkat dari mitologi, alam pikiran serta kepercayaan mendalam terhadap marapu. Warna hinggi juga mencerminkan nilai estetis dan status sosial. Hinggi terbaik adalah hinggi kombu kemudian hinggi kawaru lalu hinggi raukadana dan terakhir adalah hinggi panda paingu.
Selanjutnya busana pria Sumba dilengkapi dengan sebilah kabiala yang disisipkan pada sebelah kiri ikat pinggang. Sedangkan pergelangan tangan kiri dipakai kanatar dan mutisalak. Secara tradisional busana pria tidak menggunakan alas kaki, namun dewasa ini perlengkapan tersebut semakin banyak digunakan khususnya didearah perkotaan. Kabiala adalah lambang kejantanan, muti salak menyatakan kemampuan ekonomi serta tingkat sosial. Demikian pula halnya perhiasan-perhiasan lainnya. Secara menyeluruh hiasan dan penunjang busana ini merupakan simbol kearifan, keperkasaan serta budi baik seseorang.

Busana Adat Wanita

Pakaian pesta dan upacara wanita Sumba Timur selalu melibatkan pilihan beberapa kain yang diberi nama sesuai dengan teknik pembuatannya seperti lau kaworu, lau pahudu, lau mutikau dan lau pahudu kiku. Kain-kain tersebut dikenakan sebagai sarung setinggi dada (lau pahudu kiku) dengan bagian bahu tertutup taba huku yang sewarna dengan sarung.
Di kepala terikat tiara berwarna polos yang dilengkapi dengan hiduhai atau hai kara. Pada dahi disematkan perhiasan logam (emas atau sepuhan) yaitu maraga, sedangkan di telinga tergantung mamuli perhiasan berupa kalung-kalung keemasan juga digunakan pada sekitar leher, menjurai ke bagian dada.

Tips Membeli Tiket Penerbangan Murah Di 10 Destinasi Terkenal di Dunia


Waktu Terbaik Untuk Memesan Tiket Pesawat ke 10 Destinasi Terkenal di dunia

1. Australia: 20 minggu sebelumnya
2. Hong Kong : 14 minggu sebelumnya
3. Jepang : 19 minggu sebelumnya
4. Malaysia : 5 minggu sebelumnya
5. Belanda : 20 minggu sebelumnya
6. Singapura : 16 minggu sebelumnya
7. Thailand : 16 minggu sebelumnya
8. Kerajaan Inggris : 19 minggu sebelumnya
9. Amerika Serikat : 15 minggu sebelumnya
10. Jerman : 19 minggu sebelumnya
Dari hasil analisa tersebut terungkap bahwa jika Anda ingin mendapatkan harga tiket pesawat termurah ke destinasi yang diinginkan, Anda harus memesan rata-rata setidaknya 14 minggu sebelum keberangkatan. Selain itu, untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan harga tiket termurah di sepanjang tahun, Anda juga harus memperhatikan periode liburan termurah dan termahal berikut ini:
• Bulan termurah untuk liburan: Februari.
• Minggu termurah untuk liburan: akhir Januari.
• Bulan termahal untuk liburan: Juli.
 • Minggu termahal untuk liburan: akhir Desember.
Destinasi
Minggu di muka
Penghematan
Bulan,termurah untuk berwisata
Australia
20
16.3%
Mei
Jerman
19
10.7%
Feb
Hong Kong
14
21.1%
Jan
Jepang
19
14.6%
Jun
Malaysia
5
21.7%
Okt
Belanda
20
8.4%
Okt
Singapura
16
31.3%
Feb
Thailand
16
24.3%
Mar
Inggris
19
15.1%
Nop
America,Serikat
15
11.8%
Feb
Data yang kami sajikan juga termasuk seberapa besar Anda dapat menghemat uang saat bepergian ke 10 destinasi internasional favorit orang Indonesia, jika Anda memesan tiket pada periode yang kami sarankan.
Copas Dari Sky Scaner

Thanks Guys Semoga Bermanfaat