Pulau Sumba
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Geografi | |
|---|---|
| Lokasi | Asia Tenggara |
| Koordinat | 9°40′LU 120°00′BT |
| Kepulauan | Kepulauan Sunda Kecil |
| Luas | 11,153 km2 (4,306.2 sq mi) |
| Peringkat luas | 73 |
| Negara | |
|
Indonesia
|
|
| Provinsi | Nusa Tenggara Timur |
| Kota terbesar | Waingapu (pop. 10,700) |
| Demografi | |
| Populasi | 685,186 (per 2010) |
| Kepadatan | 61.4 |
Peta Pulau Sumba tahun 1925
Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini sendiri terdiri dari empat kabupaten: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur. Kota terbesarnya adalah Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur. Kota tersebut juga terdapat bandar udara dan pelabuhan laut yang menghubungkan Pulau Sumba dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia seperti Pulau Sumbawa, Pulau Flores, dan Pulau Timor.
Sebelum dikunjungi bangsa Eropa pada 1522, Sumba tidak pernah dikuasai oleh bangsa manapun. Sejak 1866, pulau ini dikuasai oleh Hindia-Belanda dan selanjutnya menjadi bagian dari Indonesia.
Masyarakat Sumba secara rasial merupakan campuran dari ras Mongoloid dan Melanesoid. Sebagian besar penduduknya menganut kepercayaan animisme Marapu dan agama Kristen, baik Protestan maupun Katolik. Kaum muslim dalam jumlah kecil dapat ditemukan di sepanjang kawasan pesisir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar